
Orian Syahputra Bersama Killa The Phia wakili Indonesia di Wacken Open Air 2024, buktikan madrasah bisa berprestasi global
Bireuen, 5 Agustus 2024 Dunia pendidikan Indonesia khususnya madrasah patut berbangga. Orian Syahputra, S.Pd., (panggilan akrab pak Orian) guru seni budaya MTsN 2 Bireuen, bersama band Killa The Phia berhasil menggemparkan serta mengharumkan nama Aceh terkhusus Indonesia di pentas internasional Wacken Open Air 2024, festival metal terbesar di dunia yang digelar di Wacken, Jerman pada 31 Juli – 3 Agustus lalu.
Orian merupakan lulusan Program Studi Sendratasik Universitas Syiah Kuala (USK) ini telah menjadi garda terdepan dalam mengintegrasikan seni musik modern dengan budaya Aceh di lingkungan madrasah. Tekad yang kuat, ia berhasil merubah paradigma bahwa madrasah tidak hanya unggul pada pendidikan agama semata.
“Selama ini banyak yang memandang madrasah sebagai lembaga yang kaku dalam hal seni, khususnya musik. Melalui berbagai inovasi pembelajaran, kami buktikan bahwa madrasah bisa menjadi tempat yang subur untuk mengasah kreativitas,” ujar Orian penuh semangat.
Sebagai guru seni musik, Orian telah melakukan berbagai terobosan:
Mengembangkan kurikulum seni musik yang memadukan alat musik tradisional Aceh (rapai, serune kalee) dengan alat musik modern

Membentuk ekstrakurikuler musik yang aktif berprestasi di berbagai lomba

“Alhamdulillah sekarang di MTsN 2 Bireuen sudah memiliki peralatan musik lengkap mulai dari keyboard, pianika, recorder, hingga rapai dan serune kalee,” jelas Orian.
Kolaborasi Spektakuler di Wacken Open Air

Undangan resmi dari penyelenggara Wacken Open Air menjadi puncak perjuangan Orian Bersama Killa The Phia, setelah mereka berhasil menjuarai wacken metal battle Indonesia di Bandung. Mereka mampu menampilkan kolaborasi unik antara musik metal dengan unsur tradisional Aceh. Hal inilah yang membuat mereka meraih juara pertama dan berhak mewakili Indonesia untuk dunia di Jerman.
“Kami sengaja memadukan beat metal dengan alat musik tradisional Aceh. Ini adalah bentuk diplomasi budaya yang efektif,” tutur Orian yang bertindak sebagai additional player dalam band tersebut.
Penampilan spektakuler ini mendapat sambutan meriah dari ribuan penonton manca negara. Banyak yang terkesan dengan keunikan konsep musik yang ditampilkan.
Dampak Positif bagi Madrasah

Keberhasilan ini membawa dampak positif yang signifikan bagi MTsN 2 Bireuen:
- Meningkatnya minat siswa terhadap ekstrakurikuler musik
- Madrasah semakin dikenal sebagai lembaga pendidikan yang seimbang antara akademik dan seni
- Membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk pengembangan seni di madrasah
Kepala MTsN 2 Bireuen, Dr. Ansari Hasan, S.Pd.,MA menyatakan, “Prestasi Pak Orian adalah bukti bahwa guru madrasah mampu berinovasi dan berprestasi di kancah internasional. Kami akan terus mendukung pengembangan seni budaya di madrasah.”
Kisah Orian telah membuktikan bahwa dengan kreativitas dan kerja keras, madrasah mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama tetapi juga berprestasi di bidang seni. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi seluruh civitas akademika madrasah di Indonesia.